Inside.
Hamba Allah yang menyusuri dunia demi memahami sebuah kehidupan. Kehidupan yang diluahkan melalui penulisan. Agar dapat berkongsi sesuatu yang dinamakan PENGALAMAN.
~rintihan terintih~
Tuesday, December 21, 2010 | 12/21/2010 01:07:00 AM | 0 letters
Qul si unggas..
Terdengar titisan merintih..
Rintihan seorang muda..
Kudus hatinya tertangis harinya..

Adapun pilu itu onar puncanya..
Sedang ia dari jauh di lain kalbu..
Membenci ia suatu penyiksaan..
Tatkala ia cuba menerima..

Tertumpu ia lalu kepada rintihannya..
Walau tersemat di dalam kalbu..
Cuba ia untuk merungkainya..
Namun semangat lemah di dada..
Kerana ternyata pembenci kuat..

Saat hakikat mulai tersedar..
Akhirnya mengalir air pilu..
Ia menuruni bukit yang lembut..
membasahi serta menemani diri..
Qul sang unggas kasihan akannya..

Labels:

cinta terqadar
Sunday, December 19, 2010 | 12/19/2010 05:40:00 PM | 3 letters
Di puncak petang,
hatku bingar bertempiaran,
mengharapkan detik itu,
pertemuan indah terqadar..

saat itu,
awan sayu berwajah,
pohon berlagu sepi,
dudukku di bawahnya,
menanti sebuah qadar...

saat cinta muncul,
hati meronta bahagia,
tanpa memikirkan qadar,
detik mendatang..

unggas bersembunyi,
pohon diam memandang,
qada' dan qadar Ilahi,
tiada terlintas,
di lembah akal..

saat itu,
kau perlihatkan wajah sepi,
sambilku memendang,
dengan wajah tawa..

gemuruh menghilang,
kesedihan terlakar,
air kesedihan membasahi wajah,
saat kudengar katamu..

saat bingar menyanyi di hatiku,
kau lafazkan noktah cinta,
menggores hati,
melukai perasaan...

kau tinggal dengan pasrah,
ku lihat dengan tangisan,
aku sedar,
kau takkan lagi berpaling,
dan,
hatiku hancur bertaburan....

Labels:

hati mawar
| 12/19/2010 12:53:00 AM | 0 letters
senja bergerimis....

berlalu sebuah kasih..

saat dibenci yang terpendam..

di lubuk hati sekuntum mawar..



matang paras....

sakit ditatapi..

kumbang berdiam...

mawar menangis....



saat yang kabur....

disalut sepi..

setiap noktah..

menghiris jiwa..



senja hambar..

merobek jantung..

tatkala sang kumbang..

menjauhi mawar..



saat menyepi...

mawar tiada mekar..

harum sang mawar..

tiada seharum kasturi..

bintangnya pudar...

luruh jantungnya..

melihat sang kumbang..

bersahaja lalunya..



tiada berdaya ia untuk menjerit!

tiada berdaya ia untuk menghalang!

tiada berdaya ia untuk menangis..

hanya kuncupan diberi..

pengganti hati...




nukilan:
RiyanLevine

Labels:


Older Post